Kehebatan Iran Diakui Oleh Pakar Amerika

Washington– Dua pakar dan
mantan pejabat
Amerika menegaskan
kebijakan
Washington terkait
Tehran dan program
nuklirnya selain gagal
mengisolasi Iran dan
membuat negara itu
tunduk, tapi juga
telah memperlemah
kedudukan AS di
wilayah Timur
Tengah.

Flynt Leverett dan
Hillary Mann Leverett
dalam sebuah artikel
di situs majalah The
National AS menulis,
“Waktunya sudah
tiba, di mana AS
perlu memperhatikan
realitas mengenai
Iran dan segera
membangun
kesepakatan
komprehensif
dengan Republik
Islam untuk
mencegah hilangnya
pengaruh AS di
Timur Tengah dan
dunia.”

Selama 30 tahun
terakhir, para analis
dan politisi AS
memberikan
berbagai analisa
tentang Iran dan
menyatakan Republik
Islam sebagai sebuah
negara yang tidak
rasional, ilegal,
rentan, dan akan
tumbang. Akan
tetapi, Iran tetap
eksis dan semakin
kuat dengan
memegang teguh
nilai-nilai Revolusi
Islam dan
menjalankan sebuah
kebijakan luar negeri
yang independen.

Menurut Flynt dan Hillary
Leverett yang pengamat ahli tentang masalah Iran dan Timur Tengah menilai,
rakyat Iran tidak
menginginkan
liberalisme sekuler
dengan gaya Barat,
mereka
menginginkan
sesuatu yang
mencerminkan
budaya mereka dan
nilai-nilai agama.
Mereka ingin
kebebasan,
independensi, dan
kemajuan dalam
bingkai agama dan
identitas nasional.

Para politisi dan
penguasa AS
mengabaikan fakta di
dalam negeri Iran
dan masih
berhalusinasi tentang
legalitas dan
kerentanan Republik
Islam. Mereka
percaya sanksi
memiliki pengaruh
dan tujuan AS akan
tercapai, selain itu
mereka juga
meyakini Musim Semi
Arab akan
mengucilkan Iran.

Namun, pandangan
ini jauh dari realitas
dan bahkan dalam
beberapa hal
menjadi bumerang
bagi Washington.

Banyak analis politik
mengatakan sanksi
bekerja efektif dan
rakyat Iran mulai
jengkel dengan
pemerintah. Kondisi
ini kapan saja bisa
memancing protes
sosial dan tujuan
Washington akan
tercapai. Akan tetapi,
mereka lupa bahwa
kondisi Iran pada
dekade 1980 jauh
lebih buruk dan lebih
sulit dari sekarang.
Pada masa itu, rakyat
Iran tetap tenang
dan mendukung
penuh pemerintah
untuk melawan
arogansi global.

Tahun lalu, para
pakar tersebut
berpikir bahwa isu
teror dan penurunan
nilai mata uang Iran
bisa mendorong
protes jalanan,
namun peristiwa itu
tidak terjadi. Flynt
Leverett dan Hillary
Leverett
menyarankan para
pakar itu untuk
berkunjung ke Iran
dan melihat realita
dari dekat untuk
kemudian memberi
analisa yang cerdas.

Flynt Leverett dan
Hillary Leverett
bercerita bahwa
jalan-jalan di Tehran
masih sesak dengan
pembeli dan mereka
tidak merasa ada
yang kurang. Antrian
terlihat di semua
pusat belanja di kota
Tehran.
“Di Tehran, Anda
tidak menyaksikan
ekonomi Iran sedang
ambruk dan jika
Anda bertanya
kepada seseorang, ia
akan berkata bahwa
sanksi tidak akan
memperlemah Iran.

Tidak ada bedanya
apakah ia seorang
konservatif atau
moderat, semua
meyakini tuntutan AS
dalam masalah nuklir
dan isu-isu lain tidak
akan pernah
dituruti,” kisah Flynt
Leverett dan Hillary
Leverett.

Para pejabat AS lupa
bahwa sekutu utama
Iran adalah bukan
Suriah, tapi
pemerintah Irak,
yang sama-sama
Syiah. Mereka
bahkan tidak mau
menerima bahwa
Mesir baru meskipun
tidak berkiblat ke
Iran, tapi jelas Kairo
bukan lagi sekutu
utama Washington di
Timur Tengah.
Hubungan AS dan
Mesir telah menurun semenjak lengsernya Hosni Mubarak,
sementara hubungan
Iran dan Mesir kini
semakin membaik.

Barat perlu
memahami bahwa
Iran telah menjadi
aktor penting untuk
membentuk masa
depan, tidak hanya di
Afghanistan dan Irak,
tapi juga di Suriah.
AS sekarang
membutuhkan Iran
lebih dari
sebelumnya dan
berlanjutnya
konfrontasi
Washington dengan
Tehran hanya akan
menciptakan tragedi
bagi Paman Sam.[deleteisrael]

Sumber:


Share

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s