Kenangan masa depan

Bagai dentam godam suaramu
memecah kebisuan,menyadarkan akan sebuah makna yang terekam pada setiap hati yang gelisah.

Sesungging senyuman bagai air yang menyegarkan,membasahi relung jiwa yang kehausan, apalah artinya kerinduan jika yang memancar adalah sumber kecintaan?

Jiwa-jiwa rebah tengadah pasrah tanpa istilah, bergayutan manja dibalik jubahnya.

Mengalun bagai hembusan seruling, terngiang dan terselip diantara kalbu kesucian.

Keterpesonaan yang tanpa melenakan, terbujuk yang tanpa tuntutan.

Inilah kenangan masa depan yang mencoba hadir dengan balutan masa silam.

Adakah tiap jengkal tanah luput untuk dilaluinya? atau… mungkinkah butiran pasir akan mampu untuk memujinya?

Dan… kala malam datang menjelang masih adakah yang tersisa?, untuk sebuah harapan yang telah usang, berteriak dengan suara serak seakan tak
mampu untuk mengumpulkan yang terserak.

Mengais sisa bejana yang telah dipakainya adalah cara terbaik untuk berdekatan dengannya, jangan lagi pernah bermimpi yang engkau sendiri mengingkarinya.

Sudah akhiri saja semuanya,berjalanlah dengan arah yang telah ditunjuknya, berharaplah untuk sebisa mungkin dapat merengkuhnya,kendati engkau tak akan bisa melampauinya.

Setidaknya engkau telah berusaha tetap pada arahnya.

Betapa mustahil untuk berpaling dan menutup mata ketika
tercium olehmu semerbak wanginya. (first forever)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s