Diserang Gerombolan Bercelana Cingkrang Warga Bantul Minta Pesantren Wahabi di Tutup


Foto: Gerombolan wahabi itu mengalungkan senjata tajam ke leher korban dan ditanya apa agamanya. Setelah menjawab, korban diminta bersyahadat.

Teror Wahabi– Warga di Kampung Nitipuran, Desa Tamantirto, Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul,
DIY, berencana akan menutup Pesantren,TK, SD, Darusunnah sebangai buntut penyerangan rumah warga oleh gerombolan bercadar, bercelana cingkrang, dan membawa senjata
tajam berupa linggis dan samurai. Warga menduga lebih kurang 50 penyerang itu adalah
walimurid yang anaknya disekolahkan di pesantren itu. Juru bicara warga sekaligus tokoh
masyarakat kampung Nitipuran, Joko Budiyanto mengatakan dikampung itu terdapat sekitar 1.500 warga dewasa dan sudah siap memberikan persetujuan jika TK-SD Darusunnah
tersebut ditutup selamanya.

“Warga sudah terancam dan tidak lagi nyaman tinggal berdekatan dengan Darusunnah yang pimpinannya tidak bersedia bermusyawarah atas penyerangan rumah warga,”katanya. Menurut dia, jika berpatokan dalam kehidupan berbangsa
dan bernegara maka ada toleransi dan ada aturan yang harus ditaati bersama. Apalagi ini melanggar dengan mengerahkan gerombolan masa bercadar, bercelana cingkrang dan bersenjata tajam.

“Selama 3 tahun lebih pesantren itu berdiri sama sekali tidak pernah ada pelajaran Pancasila,menyanyikan lagu Indonesia Raya, apalagi menggelar upacara bendera.
Ajaran yang diberikan adalah ajaran garis keras,” katanya.

Selain perusakan rumah milik Agus Windarto dan Sri Rejeki, beberapa orang juga diancam oleh tiga pelaku yang menggunakan senjata tajam. Mereka mengalungkan senjata ke leher korban dan ditanya apa agamanya. Setelah menjawab,
korban diminta bersyahadat.
“Ini jelas ancaman pembunuhan,” ujar Joko.

Meski nantinya ada mediasi antara warga dengan pimpinan
pesantren, warga tetap akan menuntut penutupan kegiatan
belajar mengajar. “Bagaimana mereka bersedia diajak bermusyawarah jika mereka menganggap warga Nitipuran ini semua kafir. Pasti tidak ada solusi yang terbaik,” katanya.

Sri Rejeki, salah satu korban mengaku, perusakan rumah kemungkinan terjadi karena walimurid tak terima saat ditegur
warga. “Mereka kalau mengantar anak lewat Gang Blorok
Madu dan tak pernah mengendarai sepeda motor dengan
kecepatan rendah. Meski di kanan-kirinya banyak warga
di teras. Mereka juga tidak pernah menegur warga,”kata Sri.

Teguran kepada wali murid dari siswa TK-SD Darusunnah
dilakukan sudah berkali-kali namun tetap nekat mengendarai sepeda motor dengan kecepatan tinggi. Bahkan ada wali
murid yang justru menantang warga.

Kapolres Bantul AKBP Surawan mengatakan, kepolisian telah melakukan mediasi dengan pimpinan SD-TK Darusunnah. Mereka bersedia bermusyawarah dengan warga. “Saya sendiri yang langsung
menemui pimpinan pesantren dan menyatakan bersedia
untuk bermediasi dengan warga,”katanya.

Meski demikian polisi juga minta kepada pengurus pesantren untuk terbuka dan membantu polisi dalam mengungkap
kasus perusakan dua rumah warga. “Meski nantinya ada kesepakatan bersama namun proses hukum tetap berjalan.”
[deleteisrael]

Note: Akan selalu demikian jika masyarakat hidup berdampingan dengan aliran Wahabi Salafi yang menganggap orang
lain sesat dan halal darah beserta hak dan kehormatannya. Dan bagi Polisi siap-siap saja untuk berperang dengan ‘NYAMUK’ Teroris Wahabi.

Sumber: http://us.m.news.viva.co.id/news/read/485685-diserang-gerombolan-bercadar–warga-bantul-minta-pesantren-ditutup

One response

  1. ngawadul, alias berita bohong..!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s