Bom Wahabi Takfiri Salafi (WTS) Mengancam NKRI


“ Hampir semua pengeboman dan teror yang terjadi di Indonesia adalah ulah Wahabi Salafi Takfiri (WTS) dengan dukungan Arab Saudi“

Tragedi– Inilah Daftar Panjang Pengeboman oleh penganut Wahabi yang terjadi di Indonesia dalam Tempo 25 Tahun Terakhir (1984 sampai 2009) dan 2011.

4 Oktober 1984 :
Lokasi: Bank Central Asia di Jl. Gajah Mada, Bank Central
Asia di Jl.Pacenongan, serta jembatan Glodok.
Jakarta Korban: 2 tewas dan 7 luka.

14 Mei 1986
Lokasi: Wisma Metropolitan di Jl. Sudirman, Hotel
President di Jl. Thamrin, Pekan Raya Jakarta.

Korban: Tak ada laporan.

18 Januari 1998
Lokasi: Rumah Susun Tanah Tinggi Jakarta.
Tidak ada korban
Pelaku: Agus Priyono

Jenis bom: rakitan

11 Desember 1998
Lokasi: Plaza Atrium Senen Jakarta.
Tidak ada laporan korban.

28 Mei 2000, bom di GKPI Medan.

4 Juli 2000, Lokasi: Gedung Bundar Kejaksaan Agung Jakarta Tidak ada korban.
Pelaku: Said Adnan (buron),
Jenis bom: rakitan dari nitrat, minyak tanah, dan TNT.

22 Juli 2000, bom Gereja Santa Anna Jakarta.

1 Agustus 2000
Lokasi: kediaman Dubes Filipina Leonides T. Caday, Jl. Imam Bonjol, Menteng Jakarta.
Korban: 2 tewas, 21 luka-luka
Jenis bom: TNT

20 Agustus 2000,
bom di depan GKII Medan,
pelaku: buron

27 Agustus 2000
Lokasi: halaman Kedubes Malaysia, Jl. Rasuna Said, Kuningan Jakarta, Tidak ada korban
Pelaku: Iwan Setiawan alias Husen (penjara 6 tahun 4
bulan) dan SaifanNurdin (penjara 6 tahun 4 bulan), M.Mudin (8 tahun)

Jenis bom: granat tangan, TNT

14Oktober 2000,
bom di perusahaan tambang PT New Month, Sumbawa

12 November 2000,
bom di gedung ISTP Dharma Agung Medan.

24Desember 2000
tercatat 24 kasus pengeboman mulai dari Medan sampai Mataram, kecuali Jawa Tengah dan DIY yang tersebar dalam
15 kota, antara lain: Medan, Batam, Pekanbaru, Jakarta, Bandung, Sukabumi, Pangandaran, Mojokerto,JawaTimur, dan NTB.

Rangkaian ledakan bom pada malam Natal di Jakarta dan
berbagai tempat lain yang menyebabkan 17 tewas dan sekitar 100 orang cidera.

*Khusus Bom Nata*l

Jakarta : Pukul 19.50 : Gereja
Koinonia, JlMatraman Raya ,
Jakarta Timur; 3 luka.
Pukul 20.30 : Gereja Anglikan, Jl Arif Rahman Hakim,Jakarta Pusat.

Pukul 20.45 : Gereja Oikumene, Halim PK, Jakarta Timur.

Pukul21.00 : Gereja Katedral, Jakarta Pusat; 5 luka

Pukul 21.00 : Gereja Santo
Yosef Jl Matraman Raya, Jakarta Timur;3 meninggal, 8 luka

Pukul 21.10 : Jl Menteng Raya,dekat Gereja Kanisius, Jakarta Pusat.

25Desember 2000, bom di rumah pendeta L I Manson, Medan.

13Maret 2001 Lokasi: RS Saint
Carolus, Jakarta Pusat
Keterangan:Dalam penyelidikan polisi.

17Maret 2001
Lokasi: Jembatan kereta api Cisadane, Serpong, Tangerang.

18 April 2001
Lokasi: Jalan Percetakan Negara, Jakarta Pusat.

10 Mei 2001

Lokasi: Asrama Mahasiswa Aceh Yayasan Kesejahteraan
Mahasiswa Iskandar Muda, Jl. Perahu 1,Manggarai Jakarta,
Korban: 3 tewas, 18luka-luka

Pelaku: Muslihuddin Muarif
(4 tahun penjara),Taufik Abdullah (1tahun), Mushalli (2tahun)
Jenis bom: rakitan.

19Juni 2001
Lokasi: rumah kos Jl. Cikoko, Pengadegan,Pancoran Jakarta
Korban: 5 orang luka.
Tersangka: Edi Susilo (buron) Jenis bom: rakitan potasium
klorat, belerang, amonium nitrat.

22Juli 2001

Lokasi: Gereja HKBP Duren Sawit, Jakarta Timur.
Keterangan: granat tangan 5 luka-luka.

22 Juli 2001
Lokasi: Gereja Santa Anna, Pondok Bambu,Jakarta Timur
Keterangan: 64 luka-luka.

1Agustus 2001:
Lokasi : Plaza Atrium,Senen, Jakarta Pusat.
Korban: enam luka-luka

23September 2001
Lokasi: Plaza Atrium, Senen Jakarta.
Tersangka: Ramli dkk. (dalam proses pemeriksaan)
Jenis bom: rakitan.

9November 2001
Lokasi: Gereja Petra, Jl. Cilincing Raya, Koja Jakarta
Tersangka: Ujang Haris, Wahyu Handoko.

Jenis bom: rakitan dari belerang dengan gotri dan
paku.

2 Desember 2001

Dua kali pengeboman di GKP
Pangkalan Kerinci Pekanbaru

1 Januari 2002

Lokasi:Rumah Makan Ayam Bulungan, KebayoranBaru Jakarta.

Korban: satu pelaku tewas
Tersangka: Hasballah(tewas terkena granat), Tarmizi.

Jenisbom: granat manggis (K75 buatan Korea).

9 Juni 2002

Lokasi: tempat parkir Hotel Jayakarta, Diskotek Eksotis, Jakarta.
Korban: 4 orang luka berat
Tersangka: Dodi Prayoko alias Buyung.

Jenis bom: rakitan lowexplosives.

1Juli 2002
Lokasi: Mal Graha Cijantung Jakarta Korban: 7orang luka-luka.
Tersangka: Ramli, M.Nur, Mudawali, Muhamad Hasan Irsyadi bin Daud alias Bambang Setiawan, Syahrul, Mudawali,
dan Hasan.

Jenis bom: mercon besar dari
belerang, potasium

12 Oktober 2002:
Ledakan di Bali menewaskan 202orang, sebagian besar wisatawan asing, 88 orang berasal dari Australia
.

5 Desember 2002:
Ledakan di restoran McDonald Makassar menewaskan 3orang.

27 April 2003:

Lokasi: Terminal F2 Bandara
Soekarno-Hatta, Cengkareng Jakarta.
Korban: 10 luka- luka.

5 Agustus 2003:
Lokasi : depan lobi Hotel JW Marriott diJalan Lingkar Mega
Kuningan, Jakarta Selatan.
korban : 12orang tewas dan
mencederai 152 orang lainnya.

10Januari 2004:

4 Orang tewas akibat ledakan bom di kafe karaoke di Palopo, Sulawesi.

9 September 2004:
Lokasi :Kantor Kedutaan Besar Australia Jalan Rasuna Said
Kuningan, JakartaSelatan.

Korban: 6tewas dan 161 luka-luka.

13 November 2004:
Ledakan di dekat kantor polisi di Poso, Sulawesi, menewaskan 5orang.

28 Mei 2005:

2 Bom meledak di Pasar Sentral di Tentena-Poso, menewaskan 22 orang.

2 Oktober 2005:

3 Bom bunuh diri di Bali menewaskan 20 orang termasuk
beberapa wisatawan asing.

17 Juli 2009:
Ledakan bom di JW Marriott
dan Ritz Charlton Jakarta, Pihak kepolisian merilis jumlah korban ledakan bom di Hotel JW Marriott dan Ritz Carlton.

Jumlah korban tewas sebanyak 9 orang, sedangkan korban
luka 53 orang. Seperti dikutip dari TMC Polda Metro Jaya, Sabtu (18/7/2009), dari 53 korban luka, 16 diantaranya adalah warga negara asing (WNA). Sedangkan 37 lainnya warga
negara Indonesia(WNI).

Untuk WNA Rinciannya adalah 16 warga Amerika, 1 Australia, 2 Belanda,2 Kanada, 1 India, 2Korea Selatan, 1 NewZealand, dan 1 Norwegia.

25 September 2011.
di GBIS Kepunton, Solo,Jawa Tengah.
Peristiwa inimengakibatkan 28orang terluka dan
seorang tewas yang diidentifikasi sebagai pelaku bom bunuh
diri. Pelaku pemboman tersebut diidentifikasi sebagai Ahmad Yosefa Hayat alias Ahmad Abu Daud.
Bom meledak ketika kebaktian di Gereja Bethel Injil Sepenuh Kepunton selesai dan jemaat keluar dari gereja. Bom ini
dibawa pelaku dalam jaket yang dikenakan dan diledakan
dengan menggunakan saklar
yang diketemukan ditempat kejadian.
Ledakan ini dapat didengar dalam radius 500 meter dari tempat kejadian perkara.

15 April 2011:
Ledakan di masjid Polres Cirebon pada saat itu dilakukan oleh kelompok yang mengadakan Pemboman di Solo.
[deleteisrael]

Sumber: TMC Polda Metro Jaya

terkait:


Share

One response

  1. […] and al-Sham (ISIS) masuk Indonesia adalah bom bunuh diri. “Kita sudah punya pengalaman dengan bom Bali jilid I dan II, bom Marriot, bom Natal. Ini tidak main-main,” kata Asad dalam diskusi tentang radikalisme di […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s