Kyai NU Meluruskan Fatwa-Fatwa “Sesat” MUI & DDII

kiai_nu.jpgResensi Buku: Kyai NU Meluruskan Fatwa- fatwa “Sesat” MUI & DDII

oleh: Ahmad Sahidin

Kini sejumlah isu dan fitnah terhadap Syiah semakin terbongkar. Dari mulai motif popularitas sampai masalah uang dan pesan parpol untuk menghalangi orang-orang Islam terbaik yang masuk kancah politik.

Misalnya KH Jalaluddin Rakhmat atau Kang Jalal yang kini maju dengan nomor 1 nomor partai 4, di Kab.Bandung dan
Kab.Bandung Barat dari PDIP untuk DPR-RI di masyarakat diisukan sebagai orang yang berbahaya dan tidak boleh dipilih. Jelas itu motifnya politik dan pasti ada uang politik yang main dibalik itu. Siapa lagi kalau bukan mereka yang sampai hari ini terus teriak: bidah,musyrik, sesat, dan kafir.

Siapakah mereka? Tanya kepada Kyai Alawi dalam buku Kyai NU Meluruskan Fatwa-Fatwa
“Merah” MUI & DDII, pasti akan terjawab.

Fitnah terhadap Syiah dalam bentuk buku juga kini mulai terlihat kebohongannya. Kaum Muslim Syiah mulai menjawabnya dengan menulis buku kembali seperti; Demi Allah Junjunglah Kebenaran (Penerbit
Muhibbin), Buku Putih Mazhab Syiah (Penerbit ABI), Kesesatan Sunni-Syiah karya M.Babul Ulum (penerbit Aksara), 40 Masalah Syiah karya Emilia Renita Az (JalalCenter Jakarta), Inilah JalanKu yang Lurus karya Emilia Renita Az (Marja, 2014), dan yang terbaru Kyai NU Meluruskan Fatwa-Fatwa “Merah” MUI & DDII (Penerbit Albantani dan LTM NU, 2014).

Buku yang terakhir ini adalah karya baru dari 55 buku yang
ditulis oleh KH Alawi Nurul Alam Al-Bantani. Sesuai dengan judulnya, buku Kyai Alawi ini
hendak memberikan pencerahan kepada oknum MUI (MajelisUlama Indonesia) Pusat dan DDII (Dewan Dakwah Islam Indonesia) yang begitu mudah menyesatkan Syiah.

Kyai Alawi, yang kini menjadi Tim Aswaja Center Lembaga Takmir Masjid (LTM) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), secara khusus membongkar
kesalahan sekaligus kesesatan dua buku karya oknum MUI
dan DDII.

Buku ini terbagi dalam sembilan bagian.

Pertama, awal mula kejadian yang bercerita tentang latar belakang ditulisnya buku.

Kedua, ketidak akuratan data yang dimiliki MUI tentang Syiah.

Ketiga, MUI menolak paham Syiah secara umum.

Keempat, penjelasan tentang 12 khalifah.

Kelima, keburukan akhlak Yazid bin Muawiyah.

Keenam, ajaran Syiah menurut DDII.

Ketujuh, ketidakpahaman MUI dan DDII tetang konsep rukun Iman dan rukun Islam Syiah.

Kedelapan, masalah mutah (nikah sementara).

Dan bab sembilan, adalah penutup yang berisi penyimpulan dan ajakan untuk berdialog dengan para penolak Syiah.

Kyai Alawi menyebutkan bahwa maraknya penyesatan Syiah di Indonesia hingga MUI dan DDII menyebarkan buku yang tidak benar tentang Syiah disetir oleh segelintir orang-orang Wahabi dengan dana yang
besar. Tujuannya jelas untuk memecah belah umat Islam.Mereka kadang mengaku sebagai Ahlussunah, tetapi sebenarnya adalah Wahabi.

Karena menurut Kyai Alawi yang benar-benar Ahlussunah di Indonesia adalah umat Islam NU yang sampai sekarang masih menyebut Syiah sebagai saudara sesama umat Islam. Mungkin bisa dikecualikan dengan orang-orang JawaTimur yang mengakuNU.

Secara tegas dalam buku itu,
Alawi menyebutkan PBNU menyatakan Syiah itu Islam dan tidak sesat. Mazhab Syiah yang
disebut sesat oleh oknum MUI dan pengurus DDII, bagi Kyai dan ulama PBNU adalah mazhab Islam yang lebih banyak
persamaannya dan memiliki sumber ajaran yang benar dari Rasulullah saw dan Al-Quran.

Penjelasan ini bisa dilacak dari pembelaan Kyai Alawi dalam bukunya dengan menggunakan kitab dan buku ulama Syiah kontemporer disertai dalil-dalil dari kitab Ahlussunah. Kyai Alawi pada bagian pengantar menulis, “…para ulama kami dari PBNU cenderung untuk bersikap moderat kepada kaum Syiah, daripada kepada kaum Wahabi. Karena bila kita membuat neraca perbandingan antara Syiah dan Wahabi, kejahatan dan kebiadaban Wahabi terhadap agama jauh lebih besar dan membahayakan” (halaman viii).

Kyai Alawi meminta MUI dan pengurus DDII untuk membuat buku yang menyebutkan kesesatan Wahabi. Karena Wahabi memiliki 24 akidah yang menyesatkan dan berbeda dengan Ahlussunah. Saya kira buku Kyai Alawi ini sangat penting karena menjawab penyesatan yang selama ini terus dikampanyekan oleh oknum MUI dan DDII di seluruh Indonesia.[deleteisrael]

Sumber: http://media.kompasiana.com/buku/2014/03/30/resensi-buku-kyai-nu-meluruskan-fatwa-fatwa-merah-mui-ddii-645288.html

terkait:


Share

One response

  1. Wahabi memang merasa benar. Jihad Wahabi menghancurkan Negara-negara Muslim !!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s