Wahabi Memperingati Maulid Untuk Al-Utsaimin Tapi Melupakan Maulid Nabi Muhammad (saw)


“Utsaimin sedang mendengar petuah Raja Wahabi”

Komparasi– Islam sama sekali tak bisa dilepaskan dari sosok Baginda Nabi Muhammad (saw). Beliau adalah insan yang menerima wahyu dari Allah (swt) untuk memberikan pencerahan kepada umat manusia dengan agama yang sempurna ini. Tiada sosok yang patut diagungkan di muka bumi melebihi Baginda Nabi (saw).

Segenap keindahan fisik dan budi pekerti terdapat dalam figur Baginda Rasulullah(saw). Mencintai Baginda Nabi (saw) adalah bagian dari mencintai Allah SWT.

Beliau bersabda: “Barangsiapa
mencintaiku, maka ia benar-benar telah mencintai Allah (swt). Barangsiapa menaatiku, maka ia benar-benar telah taat kepada Allah(swt).”

Namun WAHABI melarang keras pengkultusan dan pengagungan terhadap diri Baginda
Nabi (saw) atau yang biasa mereka sebut ghuluw, akan tetapi mereka sendiri pada saat yang sama melakukan pengkultusan (ghuluw) serupa terhadap diri Syekh al-Utsaimin.

Mereka membid’ahkan peringatan Maulid Nabi dan haul seorang ulama atau wali, akan tetapi belakangan mereka juga menghelat haul atau maulid untuk Syekh al-Utsaimin dengan nama ‘HAFLAH TAKRIM’. Lihat betapa ganjilnya sikap kelompok Wahabi ini?

‘Haul’ al-Utsaimin mereka adakan pada bulan Januari 2010
lalu di sebuah hotel di Kairo di bawah naungan Duta Besar
Saudi di Kairo, Hisham Muhyiddin. Rangkaian acara haul itu dibuka dengan pembacaan ayat-ayat Quran, dilanjutkan sambutan-sambutan berisi pujian terhadap almarhum Utsaimin. Sambutan pertama disampaikan Ketua yayasan ar-Rusyd sekaligus Presiden Asosiasi Penerbit Saudi, yang memuji peran Syekh Utsaimin dalam penyebaran agama Islam. Sambutan selanjutnya disampaikan Abdullah, putra Utsaimin, kemudian Atase Kebudayaan Saudi Muhammad bin Abdul Aziz Al-Aqil. Yang disebutkan belakangan ini banyak mengulas manakib Syekh al-Utsaimin dengan menjelaskan tahun lahir dan wafatnya.

Dia berkata, “Perayaan ini adalah sedikit yang bisa kami persembahkan untuk mendiang Syekh Utsaimin atas kerjasamanya dan jasa-jasanya kepada keluarga kerajaan Saudi” ujarnya.

Utsaimin yang dikultuskan Wahabi

Acara haul ditutup dengan saling tukar tanda kehormatan
antara Yayasan ar-Rusyd, Yayasan Utsaimin, Atase Kebudayaan dan Deputi Menteri Kebudayaan dan Informasi. Begitu pentingnya perayaan untuk Utsaimin ini sampai-sampai seorang pengagumnya menggubah sebuah syair yang berbunyi:

“Demi Allah, Seandainya segenap manusia membuat banyak perayaan untuk Syeikh Utsaimin, hal itu tidaklah mampu memenuhi hak beliau(al-utsaimin).”

Syair itu menunjukkan pengkultusan(ghuluw) yang berlebihan orang-orang Wahabi terhadap Syekh Utsaimin. Pengagungan yang kebablasan juga mereka berikan kepada pendiri aliran Wahabi, Muhammad bin Abdul Wahab.

Dikisahkan seorang Mahasiswa Universitas Riyadh pernah memprotes dosennya, Dr. Abdul Adhim al-Syanawi, karena memuji Rasulullah(saw). Sang dosen menanyakan, “apa penyebab si mahasiswa membenci Nabi Muhammad (saw)?”

Mahasiswa itu menjawab, “bahwa yang memulai perang kebencian adalah Baginda Nabi sendiri.” (sambil menyitir hadits seputar fitnah yg muncul dari Najed, tempat kelahiran Muhamad bin Abdul Wahab).

“Kalau begitu, siapa yang kamu cintai ?” tanya sang dosen. Lalu si mahasiswa menjawab bahwa, “yang saya cintai adalah Syekh Muhammad bin Abdul Wahab.”

Selanjutnya sang dosen menanyakan alasan kecintaan mahasiswanya itu. Dan jawaban yang sangat mengerikan dan menjijikkan keluar dari mulut busuk pemuda itu, “Karena Syekh Muhammad Abdul Wahab
menghidupkan sunnah dan menghancurkan bid’ah,” Jawab
mahasiswa itu dengan penuh rasa percaya diri. (kisah ini dicatat Ibrahim Abd al-Wahid al-
Sayyid,dalam kitabnya, Kasf al-Litsam ‘an Fikr al-Li’am hlm.3-4.)

Sungguh benar sabda Baginda Nabi(saw). yang dalam salah satu hadits beliau mengisyaratkan bahwa akan ada fitnah (Wahabi) yang bakal muncul dari Najed. Isyarat itu menjadi nyata semenjak munculnya Muhammad bin Abdul Wahab dari Najed yang dengan bantuan kolonial Inggris mencabik-cabik syariat Islam.

Syekh Utsaimin adalah salah satu penerus Muhammad bin Abdul Wahab. Ia juga gencar
menyebarkan fitnah lewat tulisan-tulisannya. Salah satu fitnah itu seperti tertera di dalam
karyanya, al-Manahi al-Lafdziyyah hal 161. Di situ ia menulis:

“Dan saya tidak mengetahui sampai detik ini bahwa Muhammad bin abdul wahab adalah
makhluk Allah yang lebih utama dari segala makhluk apapun secara mutlak.”

Agaknya kalimat inilah yang membuat penganut Wahabi lebih mengagungkan Al-Utsaimin dari pada Baginda Rasulullah
(saw).[deleteisrael]

Sumber: Acara ini disiarkan secara live di Channel Tv Al-Jazeerah


Share

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s