Bukti kebenaran Ahlul Bayt, dengan diajaknya bermubahalah bersama Rasulullah saw

ahlulbait.jpg“Rasulullah saw pernah bersabda,” Aku ingatkan kalian tentang ahlulbaytku, barang siapa mencintainya berarti mencintaiku, dan barang siapa memusuhinya berarti memusuhiku (al-hadits)”

Mubahalah Rasulullah Saw dengan kaum Nasrani Najran adalah bukti kebenaran risalahnya.

Pertama, tawaran mubahalah diusulkan oleh Rasul Saw sendiri, yang mengindikasikan keimanan kuat beliau atas kebenaran risalahnya. Hanya orang-orang yang bersama kebenaran, berani menerima tantangan ini, sebab mubahalah memiliki implikasi serius dan mematikan.

Dan kedua, Rasul Saw memboyong orang-orang penting dan terdekat dalam hidupnya untuk melakukan sebuah pertarungan final. Langkah ini sendiri menunjukkan dalamnya keimanan dan keyakinan Rasul Saw terhadap kebenaran misinya.

Para mufassir dan ahli hadis Syiah dan Sunni menyatakan bahwa ayat mubahalah juga bukti atas kebenaran Ahlul Bait Nabi. Ketika mendatangi arena mubahalah, Rasul Saw hanya membawa putrinya, Fatimah az- Zahra as, kedua cucunya,Sayyidina Hasan dan Husein as, serta menantunya, Sayyidina Ali bin Abi Thalib as.

Oleh karena itu, maksud kata “Abna ana” dalam ayat mubahalah hanya terbatas pada Hasan dan Husein as.

sementara “Nisaana” hanya tertuju pada Fatimah sa. dan kata “Anfusana” hanya terfokus pada imam Ali as.

Ayat mubahalah juga menyinggung sebuah poin penting yaitu, imam Ali menempati kedudukan jiwa dan ruh Rasulullah Saw.

Sementara dalam buku Ghayah al-Maram mengutip dari Shahih Muslim disebutkan, suatu hari Muawiyah bin Saad bin Abi Waqqas mengatakan, “Mengapa engkau tidak memburuk-burukkan Abu Thurab (julukan Imam Ali as)?

Dijawab, “Sejak aku mengingat tiga hal yang dikatakan oleh Nabi Muhammad Saw tentang Imam Ali as, aku sudah tidak lagi mengucapkan hal-hal yang buruk tentang Ali. salah satunya, ketika ayat Mubahalah diturunkan oleh Allah, Nabi hanya mengajak Fathimah, Hasan, Husein dan Ali. Setelah itu Nabi berdoa, “Allahumma Haaulaai ahli” (Ya Allah, mereka ini adalah keluargaku).

Tidak hanya sampai disitu Allah swt menegaskan kedudukan Ahlulbayt bahkan dalam firman-Nya berikut ini: “Inna syaani’aka huwa al abtar”.
artinya: Sesungguhnya orang-orang yang membenci kamu(Muhammad) dialah yang terputus keturunan-nya (qs. alkautsar: 3)

Adapun asbabun nuzul ayat diatas adalah ketika orang-orang kafir dan munafik mekah bersuka cita atas Wafatnya Ibrahim putra Rasulullah dan mengolok-olok Nabi sebagai orang Yang terputus keturunannya, dan turunlah firman Allah diatas itu untuk menghibur Nabi. Maka Allah membuktikan janjinya bahwa keturunan Nabi dari sayidah Fatimah dan imam Ali sebagai ahlulbait Nabi.
Dan tentunya kepada siapa lagi Rasulullah saw menyandarkan alabtar atau keturunannya ini?. Tidak ada yang lain hanya kepada imam Ali dan Fatimah azZahra dan kedua putranya Hasan dan Husain as.[deleteisrael]

Sumber:

terkait:


Share

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s