Aparat Kepolisian di Ludahi Teroris ISIS Indonesia Diam Saja

isis-indon.jpg“Para teroris itu melakukan provokasi dengan sesekali meludahi petugas kepolisian seraya meneriakinya ‘thagut’.”

Sekelompok massa dari elemen-elemen takfiri seperti Komunitas Umat Islam Bekasi (KUIB), JAT, FAKSI, dan MMI meneror aparat kepolisian dimarkasnya sendiri, Polsek Bekasi selatan, Pekayon, Perumahan Galaxy, tadi malam,(17/02/14).

Menurut laporan reporter jaringan Islam Times di lapangan, kawanan lelaki berjaket hitam dan bercelana cingkrang itu berteriak-teriak sekaligus memblokade jalan umum di depan
markas polisi itu. Kegaduhan itu sengaja mereka ciptakan untuk menakut-takuti aparat agar membebaskan salah seorang pimpinan mereka, Adam
Amrullah, yang dicokok pihak
kepolisian Senin pagi(17/2) karena dinilai telah melanggar salah satu pasal UU IT.

“Mereka memaksa salah seorang tersangka berinisial AA yang proses kasusnya sudah status P21 dan selanjutnya akan kami limpahkan ke kejaksaan, agar segera dibebaskan. Padahal untuk mempermudah proses hukumnya, pimpinan mereka itu pagi tadi memang kami amankan di Polsek sini,” ujar AKP Susilo Edy, Kapolsek Bekasi Selatan.

Suasana sempat ricuh dan tegang saat para anggota KUIB dan FAKSI yang pekan lalu mendeklarasikan dukungannya pada kelompok teroris ISIS (versi al-Qaeda paling ekstrim) merangsek masuk kantor Polsek. Nyaris terjadi bentrokan saat aparat menghadang. Para peneror itu melakukan provokasi dengan sesekali meludahi petugas kepolisian seraya meneriakinya ‘thagut’.

“Memang benar anggota kami mereka ludahi. Tapi saya perintahkan agar mengalah. Jangan sampai main pukul,” tegas Susilo. Ternyata aksi teror tadi malam berlanjut hari ini (Selasa, 18/2).

Pagi tadi, gerombolan massa yang sama berjumlah 100-an orang menggeruduk dan meneror Kejaksaan Negeri Bekasi, Jl. Veteran No.1 Kelurahan Margajaya, Bekasi Selatan.

Suasana berubah ricuh setelah seorang pendemo yang membawa tongkat, memecahkan salah satu kaca kejaksaan. Akibat kericuhan ini, sekitar 19 orang dibekuk aparat keamanan. “Ada 19 orang diamankan dari JAT karena melakukan perusakan di kantor Kejaksaan.

Mereka diciduknya di depan Kejaksaan,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Rikwanto, kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (18/2).

Gerombolan teroris itu mengamuk dan merusak pagar kantor Kejaksaan. “Mereka berteriak-teriak meminta ustadznya tidak ditahan,” imbuhnya. Adam Amrullah dilaporkan Sentra Komunikasi(Senkom) ke Polsek Bekasi Selatan karena dianggap telah mencemarkan nama baik. “Dalam sebuah ceramah yang diunggah ke YouTube, Ustadz Adam menyebut bahwa Senkom itu topeng LDII. Dibicarakan tidak baik dalam YouTube,” paparnya.[deleteisrael]

Sumber: http://www.islamtimes.org/vdcamuney49nmo1.h8k4.html

terkait: Diserang Gerombolan Bercelana Cingkrang Warga Bantul Minta Pesantren Wahabi di Tutup

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s