Analis Pro-Barat Akui Pemberontak Suriah Kalah Perang

ahlulbait.jpg“Namun, pertanyaanya, apakah senjata canggih kiriman AS dan Arab Saudi pada teroris asing binaannya itu akan mengubah peta peperangan yang
jelas-jelas menunjukkan bahwa pasukan pemerintah Suriah telah berhasil meraih kemenangan mutlak”

Media Barat, Time, yang selama ini gencar memanipulasi dan memelintir berita seputar perang Suriah serta menjelek-jelekkan Presiden Bashar al-Assad, akhirnya mengakui bahwa pemberontak binaan AS dan Arab Saudi telah menemui kekalahan menyakitkan diSuriah.

Pengakuan itu secara tidak langsung disuarakan melalui artikel yang ditulis analis pro-Barat yang khusus mengamati konflik Suriah serta menjadi peneliti tamu pada lembaga pemikiran Brookings Doha Center, Qatar, Charles Lister.

Menurut Lister, penampilan terbaru rudal anti-tank Amerika di jejaring sosial yang digenggam kelompok pemberontak Suriah untuk melawan pemerintah Presiden Bashar Assad
memicu pertanyaan ihwal bantuan AS dalam perang, juga efektivitasnya.

Selama berbulan-bulan, para pejabat keamanan AS telah membocorkan informasi pada wartawan tentang pasokan senjata ringan untuk pemberontak moderat di wilayah selatan Suriah, dan atas persetujuan Kongres, melanjutkan pengiriman hingga September 2013. Kini, AS terlihat menggenjot bantuannya pada kalangan pemberontak binaannya dan Arab
Saudi dengan mengirimkan rudal pandu anti-tank BGM-71 TOW.

Namun, pertanyaanya, apakah senjata canggih kiriman AS dan Arab Saudi pada teroris asing binaannya itu akan mengubah peta peperangan yang
jelas-jelas menunjukkan bahwa pasukan pemerintah Suriah telah berhasil meraih kemenangan mutlak dan akan segera memadamkan api pemberontakan? “Secara potensial, ini merupakan perkembangan yang sangat signifikan.

Sebelumnya, rudal itu belum pernah terlihat di Suriah,”kata Lister. Namun, lanjutnya, rudal itu tidak akan mengubah peta peperangan. Rudal anti-tank pastinya memang senjata yang tangguh, namun tidak dapat menembak jatuh pesawat atau helikopter yang membuat pasukan Suriah unggul.

Barangkali sebuah rudal dapat menghancurkan tank dalam jarak lima kilometer, “namun
dalam keseluruhan konflik, dalam jumlah besar sekalipun, rudal-rudal itu tak akan mengubah permainan,” kata Lister. Justru yang lebih menguatirkan, jika jatuh ke tangan yang salah, senjata itu akan sangat
berguna bagi kelompok-kelompok teror di Suriah untuk menyerang target Barat.

Kalaupun ada fungsinya dalam medan peperangan Suriah, kata Lister, keberadaan senjata itu hanya menggarisbawahi kesia-siaan mempersenjatai para pemberontak diakhir konflik.

Sekarang, pasukan Suriah telah kembali menguasai sebagian
besar bagian barat daya negara itu, yang menghubungkan ibukota, Damaskus, ke daerah kantong pesisir Latakia. “Kita sekarang berada pada tahap di mana kebuntuan (baca: kekalahan) terkonsolidasi dengan baik,” kata Lister.

Jika AS dan sekutu-sekutunya ingin mengubah kondisi itu, lanjutnya, diperlukan upaya yang rumit dan besar-besaran. “Saya tidak yakin AS (dalam kondisi ini) menginginkan pihak pemberontak menang lagi secara militer,” ujar Lister. Tapi, itu tidak berarti AS bakal memutus pasokan logistik dan senjata pada pemberontak binaanya.

“Kemungkinan besar,” tegsanya, “AS hanya berupaya agar jalur itu cukup terbuka untuk
memungkinkan pemberontak
melakukan sejumlah manuver bagi negosiasi di masa depan.”[deleteisrael]

Sumber: http://www.islamtimes.org/vdceew8xejh8fwi.rabj.html

terkait:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s