Menyandera Timur Tengah: BAGAIMANA SEPAK TERJANG AS DAN ISRAEL DI TIMUR TENGAH bag 2

iklan_sadis.jpg“Pada 1979 Imam Khomeini mengatakan, “Semua masalah kaum Muslimin berasal dari Amerika. Adalah Amerika yang telah memperkuat Zionisme dan terus melakukan itu, dan yang membunuh saudara-saudara kita, kelompok demi kelompok”

Menurut Imam Khomeini kegagalan pendekatan “nasionalisme Arab” atau “Pan-Arabisme” dalam membebaskan Palestina, disebabkan karena pendekatan itu tidak beradasarkan pada ajaran agama Islam. Oleh sebab itu, perjuangan membebaskan wilayah Palestina yang diduduki rezim Zionis (Israel) hanya akan berhahasil jika dilaksanakan atas dasar persatuan seluruh umat dan negara Islam. (Hal: 372)

Jika pada 2003 Mahathir menyinggung tentang ketidakberdayaan satu milyar umat Islam menghadapi kesombongan kaum Zionis yang jumlahnya tak lebih dari sepersepuluhnya, maka hal serupa sudah dikatakan Imam Khomeini pada 1981: “Tidaklah ini memalukan kaum Muslimin dan negara-negara Islam bahwa Amerika, yang berada di bagian lain bumi ini dapat mengatur nasib mereka dan melalui kaum kafir perampas, Israel, dapat menjerat dan meruntuhkan mereka semua”. (Hal: 372-373)

Pada 1979 Imam Khomeini mengatakan, “Semua masalah kaum Muslimin berasal dari Amerika. Adalah Amerika yang telah memperkuat Zionisme dan terus melakukan itu, dan yang membunuh saudara-saudara kita, kelompok demi kelompok”. (Hal: 373)

Teheran tetap mengharamkan setiap bentuk negosiasi dengan rezim zionis dan menganggap “jalan Islam” sebagai satu-satunya pilihan bagi pemecah masalah Palestina, serta menginginkan berdirinya sebuah republik Islam di Palestina. Bagi Teheran, wilayah yang dicaplok Israel merupakan “tanah suci milik umat Islam”. Oleh sebab itu, ketika presiden Iran waktu itu, Hojjatul Islam Hashem Rafsanjani dalam pidatonya di konfrensi Teheran 1991 menegaskan kesediaan nengaranya untuk mengerahkan pasukan guna membantu para pejuang Islam Palestina melawan Israel, majalah The Economist menganggapnya sebagai bukan sekedar ancaman. (Hal: 375-376)

Republik Islam Iran termasuk yang paling gigih dalam memperjuangkan aspirasi bangsa palestina. Di Teheran, ada sebuah kawasan yang diberi nama “Palestinian Square” (alun-alun Palestina). Di kawasan ini juga ada monumen Masjid Al-Aqsa dalam ukuran cukup besar ada sebuah bioskop bernama “Sinema Palestina”. Di samping itu ada beberapa prangko yang diterbitkan pemerintah Iran yang menggambarkan perjuangan bangsa Palestina, dan dalam peta (atlas) yang diproduksi pemerintah Iran tidak ditemui negara yang bernama Israel, melainkan (hanya) Palestina. (Hal: 376)

Ketegasan sikap Teheran itulah yang membuat gusar AS-Israel, sehingga tak jarang mereka melakukan infiltrasi untuk menggerakan aksi-aksi demonstran menentang pemerintahan republik Islam Iran. Apalagi prestasi industri militer Iran cukup mengejutkan, di mana negeri kaum mullah ini mampu membuat rudal balistik jarak jauh dari darat ke darat Shihab I, Shihab II, dan Shihab III. Rudal Shihab III diperkirakan mampu menjangkau jarak antara 2.000-3.000 km, sehingga mencapai sasaran Israel. Kekuatan militer Iran ini sebenarnya dapat menjadi faktor pendukung dalam menciptakan perimbangan militer yang sangat timpang antara Arab-Israel.

Oleh sebab itu, dalam konteks percaturan regional maupun internasional, Dunia Arab dan Republik Islam Iran jelas lebih banyak memiliki persamaan kepentingan. Apalagi jika mereka sungguh-sungguh hendak memperjuangkan nasib bangsa Palestina. Sayangnya lebih banyak pemuka Arab yang lebih memilih bersekutu dengan AS-Israel ketimbang menjalin persekutuan dengan sesama negara Muslim seperti Iran. Padahal, sebagaimana berulangkali ditegaskan Imam Khomeini, hanya dengan persatuan dikalangan bangsa-bangsa Muslim di dunia inilah, masalah Palestina bisa diselesaikan secara adil. (Hal: 377)

Dikutip dari buku, “Menyandera Timur Tengah”. Oleh: Berita Harian Suriah melalui facebook.[deleteisrael]

terkait: BAGAIMANA SEPAK TERJANG AS DAN ISRAEL DI TIMUR TENGAH

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s