Konflik Suriah: Ingin Pulang, Kaum Takfiri Saudi di Suriah Diancam Siksa

terorisuria.jpg“para takfiri Saudi yang bergabung dalam dua kelompok teroris yang berafiliasi dengan al-Qaeda namun saling bersaing satu sama lain, yaitu Negara Islam Irak-Syam (ISIS) dan Front al-Nusra, saling bantai satu sama lain di tengah konflik Suriah”

Seorang mantan militan takfiri Saudi yang memberontak di Suriah untuk kelompok pemberontak takfiri Ahrar al-Sham yang berafiliasi dengan al-Qaeda mengatakan, banyak warga Saudi yang bergabung dalam perang Suriah yang bersedia untuk mundur, tapi mereka takut terhadap akibat yang harus dipikulnya.

Dalam sebuah wawancara eksklusif berbahasa Arab dengan jaringan televisi nasional Saudi, MBC, sosok yang diidentifikasi sebagai Mosfir itu berbicara tentang ancaman siksaan yang dihadapinya dari kelompok-kelompok takfiri yang beroperasi di wilayah Suriah jika ingin keluar dari kelompok takfiri yang disponsori asing di Suriah dan pulang ke rumah.

Mosfir mengatakan, sejumlah besar warga Saudi yang memberontak bersama kelompok takfiri dalam melawan pemerintah Suriah dan tentara nasional, bersedia untuk pulang ke rumah. Namun mereka takut terhadap kemungkinan ditangkap dan menghadapi pembalasan.

Ia berasumsi bahwa para pemberontak takfiri Saudi di Suriah pada akhirnya akan pulang ke kerajaan Arab Saudi dengan memikul risiko dan menghadapi ancaman yang diarahkan kepada mereka.

Di layar kaca televisi nasional Saudi itu, ia melanjutkan dengan mengatakan bahwa dirinya mengikuti perkembangan Suriah lewat jejaring sosial online Twitter, di mana ulama Salafi takfiri, Sheikh Adnan al-Arour, mendorong para pemuda Arab untuk bergabung dengan kelompok pemberontak takfiri di Suriah.

Ia mengatakan, kata-kata Arour membuatnya terkesan, mendorongnya untuk bertolak ke Suriah, di mana dirinya menyaksikan pelbagai adegan mengerikan saat tiba di sana dan kemudian praktik-praktik tak bermoral yang dilakukan kelompok takfiri Ahrar al-Sham, yang dengannya ia bergabung sebagai anggota.

Mosfir juga menyoroti bahwa para takfiri Saudi yang bergabung dalam dua kelompok teroris yang berafiliasi dengan al-Qaeda namun saling bersaing satu sama lain, yaitu Negara Islam Irak-Syam (ISIS) dan Front al-Nusra, saling bantai satu sama lain di tengah konflik Suriah.

Ia mengatakan, dirinya memutuskan untuk meninggalkan pemberontakan dan pulang ke rumah setelah mendengar panggilan ibunya untuk pulang dalam sebuah video yang diposting dalam situs YouTube.

Koran Arab Saudi, al-Watan, mengatakan dalam sebuah laporan baru-baru ini bahwa sekitar 1400 warga Arab Saudi telah bergabung dengan kelompok pemberontak yang didukung asing dan berusaha menggulingkan pemerintah Suriah yang sah, Presiden Bashar al-Assad. Ditambahkan bahwa sebagian besar pemberontak takfiri Saudi, yang digiring ke Suriah pasca pecahnya krisis pada 2011, terdiri dari kaum remaja.

Harian itu juga mencatat bahwa sekitar 20 persen pemberontak takfiri Saudi yang telah pulang ke rumah mengatakan bahwa mereka telah ditipu agar bertempur dalam perang multinasional.

[deleteisrael]

sumber: Islam Time

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s