Mega Korupsi Dana Haji Oleh Kementerian Agama RI Dengan Tersangka Utama Surya Darma Ali

haji.jpg“Seperti diketahui, dalam kajian itu KPK menemukan sejumlah masalah pada sistem yang harus diperbaiki demi pelaksanaan ibadah haji yang efisien dan tidak merugikan. Namun, kajian itu tidak diindahkan”

Akhirnya manusia munafikun itu, menteri agama RI, Suryadarma ali ditetapkan juga menjadi tersangka oleh KPK, Selain korupsi, menteri agama SDA ini memang terkenal licik, kemarin sempat mau jual PPP ke JK, trus balik ke Gerindra, eh minta uang 500 M.

Menteri agama Suryadarma ali yg juga ketum PPP, selama ini aman-aman saja korupsinya. Padahal dia korupsi di Penyelenggaran Haji, Umroh dan suap, dan upeti untuk menteri agama Suryadarma ali, silahkan tanya berapa setoran per kepala kanwil, kepala kantor kab/kota se indonesia.

Kami pernah dilaporkan tentang kewajiban suap upeti untuk Menteri agama Suryadarma ali. Besarnya 500 juta sampai 2 miliar utk 1 kanwil depag.

Besar suap upeti 500 juta – 2 miliar per tahun utk masing2 kakanwil agama itu, tergantung besar kecilnya anggaran utk kanwil propinsi tersebut. Contoh: Seorang kakanwil agama Jambi pernah melapor ke kami, dia sdh setor 750 juta suap ke menteri agama via Elviana, anggota DPD RI tapi tetap dicopot.

Dia diminta 1.5 M, alasanya pada tahun tersebut banyak proyek besar di kanwilnya. Dia tidak mampu bayar, dicopot dari kakanwil, uang 750 juta hangus.

Bagaimana dengan kepala kantor kabupaten dan kota? Masing2 kepala kantor agama kab/kota dipaksa setor 250 juta – 1 miliar, tergantung besar kecilnya. Kita asumsikan saja ada 500 kab/kota, kalikan suap 250 juta = 125 M. Plus 33 x 1 M = 33 M, total 158 miliar suap utk Menteri agama SDA per tahun.

158 miliar itu hanya suap dari kepala kanwil dan kantor kab/kota. Blm termasuk suap dan korupsi di penyelenggaran haji dan proyek kemenag. Sudah jadi rahasia umum pelayanan penyelenggaran haji oleh pemerintah melalui kemenag jauh dari memuaskan. Antrian panjang dan penuh korupsi, Tidak heran jika kementrian agama pada tahun 2011/2012 dinobatkan KPK sebagai juara 1 korupsi di antara kementerian dan lembaga pemerintah lainnya.

Ada anekdot menarik mengenai korupsi menggila di kementerian agama “pejabat/PNS kemenag berani korupsi karena mereka tahu cara tobat dan tebus dosa”.

Mengenai korupsi kemenag di penyelenggaran haji ini sudah berlangsung lama, kronis dan akut. Korupsi haji dimulai dari pendaftaran, berangkat, sampai di Arab Saudi. Korupsi berjamaah dan tak pernah tersentuh KPK.

Korupsi Haji dimulai dari penetapan porsi haji. Setiap tahun yg mendaftar lebih 200.000 calon haji. Maka berlakulah hukum supply and demand, kuota haji sangat terbatas, tidak sampai 1% dari jumlah penduduk Indonesia. Sekitar 205 ribu per tahun, antrian menumpuk hingga 1 juta calon haji. Akibatnya, banyak calhaj (calon haji) Indonesia yang nekad ambil jalan pintas. Mau beribadah ke tanah Suci tapi dengan menyuap pejabat kementerian agama. Akibat porsi haji “dibisniskan” oleh oknum-oknum kementerian agama yang “mulia” itu. Mulai dari 5 juta hingga 15 juta per nomor porsi haji.

Karena pendaftar haji banyak, sedangkan kuota haji sedikit, permintaan untuk mendapatkan porsi haji dengan cara suap, jual beli menjadi marak, Sesuai aturan calon haji yg diprioritaskan adalah calhaj usia tua dan belum pernah naik haji. Bagi yg sudah haji, bisa setelah 5 tahun kemudian.

Namun bukan Indonesia namanya kalau tidak ada permainan kotor, mereka, pejabat-pejabat kemenag menciptakan masalah sekaligus “solusinya”. Bagi calon haji yg tidak masuk kategori prioritas, tersedia “pintu samping”, bayar sesuai kesepakatan. Minimal 5 juta per porsi haji, Jika banyak permintaan dari “pintu samping”, harga naik jadi 7.5 juta – 10 juta per porsi haji / calon haji. Masuk kantong pejabat kemenag.

Kalau permintaan dari “pintu samping” melonjak bagaimana? Gampang, batalkan porsi haji yg sudah ditetapkan untuk calhaj tertentu. Mudah caranya, Dengan sejuta alasan, batalkan saja porsi haji salah seorang dari anggta keluarga yang berniat naik haji sekeluarga atau bersama keluarganya.

Misalkan ada keluarga niat berhaji bersama-sama, katakanlah 3 orang : ayah, ibu, anak. Batalkan saja ayahnya, pasti anak dan ibunya batal sendiri.
29) Jika ayah/ ibunya dibatalkan porsi hajinya, pasti sekeluarga ikut batal dengan sendirinya, atas permintaan sendiri. Nah ada 3 porsi bisa dijual.

Kejadian semacam itu kami alami sendiri. Sepupu saya terpaksa membatalkan keberangkatannya sekeluarga karena istrinya dibatalkan mendadak o/ kemenag.

Asumsikan ada 5% porsi haji diperjualbelikan dan rata-rata harganya 5 juta saja. Maka suap dan korupsi haji di porsi haji = min. 50 miliar/tahun. Bak kata pepatah : “banyak jalan menuju roma”. Banyak jalan menuju Mekkah. Calon haji bisa berangkat dengan sediakan uang suap ..astaghfirullah.

Nah, itu baru mafia haji jurusan jual beli nomor porsi haji. Belum korupsi lain yang banyak seperti pakaian, tas, peci sampai dengan vaksinasi, semua !

Vaksin haji atau umroh misalnya, setiap calon dikenakan biaya vaksin maningitis, sekitar 200 ribu/orang. Padahal harga sebenarnya 70 ribuan, Vaksin yg sama bisa dibeli di apotek dgn biaya 80.000 saja. Harga eceran. Bisnis vaksin ini jadi rebutan. MUI pun disebut-sebut terlibat.

Jika jumlah jamaah haji ada 220 ribu plus umroh ada 100 ribu per tahun. Kalikan saja korupsinya : 330.000 x Rp. 100.000 = Rp. 33 milyar (fantastis gan).

Cukup? Oh, tentu tidak! Masih banyak lagi korupsi seputar penyelenggaraan haji. Kita tidak perlu membahas biaya tiket Garuda yang tidak masuk akal itu. Kita bongkar saja korupsi di seputar Maktab atau penginapan haji, kalau tidak salah ditetapkan sebesar SR 3400/haji, Tapi kenyataaanya dari harga itu, ada pengembalian 600-800 SR ke oknum kemenag, langsung ke Kasie(kepala sesi) maktab haji di Arab Saudi. Setor ke atasannya.

Korupsinya tinggal kita kalikan saja SR 800 x 240.000 x Rp. 2500 = Rp. 480 milyar ! Luaaar biasa bukan ??!!!
Lalu, baGaimana cara “mainnya” ? Modusnya sederhana, Kasie maktab di arab saudi, setiap tahun pura-pura buka pendaftaran bagi pemilik maktab utk masukan penawaran jadi rekanan, Setelah dibuka pendaftaran, dengan secepat kilat pendaftaran ditutup dengan alasan quota sudah penuh. Dan selanjutnya Kasie maktab haji itu kirim laporan ke jakarta.

Ada anekdot lucu berkembang di pengusaha maktab di arab saudi. Kata mereka kasie maktab haji RI itu luar biasa!
semua didaftarkan, Semua lokasi didaftarkan sebagai calon maktab haji. Mulai dari alamat kuburan, gunung dan gurun pasir dimasukan sebagai alamat maktab haji Indonesia. Hanya alamat Kabah saja yang tidak didaftarkan kasie Maktab Haji RI sabagai calon maktab haji yang akan jadi rekanan kemenag

Kasie Maktab haji cepat-cepat menutup pendaftaran maktab. Tak ada rekanan baru yang bisa daftar. Semuanya dikuasai pemain lama, mafia piaraan si kasie.

Itu sebabnya jemaah haji RI selalu mendapatkan maktab jelek dan jauh dibandingkan jamaah haji negara lain. Karena harga sebenarnya lebih murah, dan karena Itu Kemenag tdk ingin mempunyai, atau membeli atau membangun maktab haji RI sendiri seperti negara-negara lain. Bisa hilang sumber korupsi 1/2 triliun/tahun.

Kasie maktab haji Kementerian agama ini, saya lupa namanya tapi pernah ketemu dimekah sana, dia adalah raja penguasa Maktab belasan tahun, Meski sudah belasan tahun jadi kasie maktab merangkap mafia maktab haji Indonesia, dia tidak pernah diganti. Setorannya kenceng, mainnya rapi.

Ada lagi? Pasti ada, kasie maktab haji main juga di transit haji, yaitu hotel sementara haji transit di jedah (sekarang sudah dihapuskan katanya). Biaya transit ditetapkan pemerintah sebesar SR 100 / orang. Tapi pemilik hotel selalu kasih kickback SR 20-40. Kalikan saja berapa komisinya?

Artinya sekitar 24 milyar hanya dari korupsi transit haji. Cukup? Ya tidak! Ada Catering Haji., ini malah “edan-edanan” korupsinya. Sesuai keputusan pemerintah RI, satu porsi makanan catering sebsar SR 12 / orang / hari. Pengusaha catering dikutip upeti SR 4-6 /org/hari Dari setoran suap / upeti / pemerasan Pengusaha catering haji di Arab Saudi, dikantongi 220.000 x 40 x 6 x 2500 = Rp. 132 Milyar / tahun.

Anda tahu kualitas makanan haji Indonesia? Persis kencing kuda kalau sop jadi menunya. Tidak percaya? Cobalah naik haji tahun ini. Dulu pernah terdengar kekacauan terkait makanan para jamaah haji RI. Sampai-sampai ada banyak calon haji yang pingsan karena kelaparan. Itu akibat rebutan catering haji.

Seperti diketahui, dalam kajian itu KPK menemukan sejumlah masalah pada sistem yang harus diperbaiki demi pelaksanaan ibadah haji yang efisien dan tidak merugikan. Namun, kajian itu tidak diindahkan. Tampaknya, hasil kajian KPK tidak didengarkan oleh Kemenag, sehingga terjadi kasus dugaan korupsi dalam penyelenggaraan haji tahun 2012-2013.[deleteisrael]

sumber: Dari berbagai sumber

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s