Kejahatan Perang ISIS di Irak

ahmdinejad.jpg“ISIS merupakan kelompok teroris yang menempuh berbagai cara demi meraih tujuannya. Kelompok teroris ini melakukan pembantaian massal warga sipil dari laki-laki, perempuan hingga anak-anak. Lebih dari itu, perempuan Irak menjadi sasaran penistaan kehormatan oleh milisi ISIS”

Sekitar sepekan lalu hingga kini kelompok teroris ISIS melakukan rangkaian kejahatan berdarah di Irak yang memicu kecaman dari berbagai kalangan, termasuk PBB. Komisaris Tinggi PBB Urusan HAM, Navi Pillay menilai pembunuhan massal yang dilakukan milisi teroris ISIS sebagai kejahatan perang. Navi Pillay hari Senin (16/6) dalam statemennya menyatakan, berdasarkan berbagai laporan yang terbukti kebenarannya dari sejumlah sumber, ratusan warga sipil dan sejumlah tentara, polisi serta pegawai pemerintah dieksekusi oleh ISIS dalam lima hari lalu.

Pillay dalam statemennya menekankan, retorika provokatif yang dilancarkan anggota ISIS ditujukan untuk menciptakan perseteruan antar etnis dan menimbulkan pertumpahan darah lebih besar di Irak. Komisi Tinggi PBB Urusan HAM ini juga memperingatkan gelombang baru kekerasan dan bentrokan di Irak akan menjadi ancaman bagi seluruh negara kawasan, dan para elit politik serta pemuka agama negara ini harus bersatu untuk mencegah perpecahan etnis dan agama di Irak.

ISIS merupakan kelompok teroris yang menempuh berbagai cara demi meraih tujuannya. Kelompok teroris ini melakukan pembantaian massal warga sipil dari laki-laki, perempuan hingga anak-anak. Lebih dari itu, perempuan Irak menjadi sasaran penistaan kehormatan oleh milisi ISIS. Human Right Watch menyampaikan kekhawatirannya mengenai berlanjutnya kejahatan anti-kemanusiaan yang dilakukan milisi teroris ISIS.

Dilaporkan, empat perempuan Mosul yang menjadi korban perkosaan milisi teroris ISIS melakukan aksi bunuh diri.
Tapi, kejahatan ISIS tidak hanya berhenti sampai di sana. ISIS juga menghancurkan warisan budaya dan peradaban Irak.

Publik dunia belum melupakan getirnya penghancuran warisan budaya Afghanistan oleh kelompok teroris Taliban. Setelah itu milisi teroris yang beroperasi di Irak seperti ISIS dan Front al-Nusra juga menghancurkan warisan budaya dan peradaban Suriah, terutama di Allepo.

Kini, milisi teroris ISIS menghancurkan warisan budaya Mosul. Berbagai laporan menunjukkan milisi teroris ISIS mulai bergerak untuk menghancurkan kota bersejarah al-Hadar di provinsi Nainawa. Menteri Pariwisata dan Warisan Budaya Irak menyerukan dukungan dari UNESCO untuk melindungi warisan budaya kota Mosul dan daerah lainnya di Irak dari serangan penghancuran yang dilakukan milisi teroris ISIS.

Kelompok teroris ISIS juga melakukan penistaan terhadap makam Nabi Yunus as. dan Nabi Daniel as. di kota Mosul. Meski mengklaim kelompoknya mengusung nama “Negara Islam Irak dan Syam”, tapi sepak terjangnya justru bertentangan dengan prinsip dan nilai-nilai ajaran Islam dan agama samawi lainnya.

Sepak terjang brutal ISIS, bahkan menjadi lonceng ancaman bagi pendukungnya sendiri. Arab Saudi dan Qatar termasuk negara Arab yang mendukung ISIS di Suriah, dan kini milisi teroris ini memperluas pengaruhnya di Irak. Tapi tidak diragukan lagi, lambat atau cepat, sepak terjang ekstrem ISIS akan menjadi bumerang bagi para pendukungnya sendiri.

Sebab ISIS bukan hanya ancaman bagi Suriah dan Irak saja tapi menjadi ancaman bagi negara-negara kawasan dan dunia.[deleteisrael]

Sumber: irib.indonesia

terkait:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s