Misi John Kerry ke Arab Saudi dan Iranphobia

jonkeri-rajaarab.jpg“Poin ini juga harus diperhatikan bahwa negara-negara Barat dengan menciptakan iklim yang keruh dan tak aman, khususnya dengan menyebarkan Iranphobia di kawasan Teluk Persia, selain mampu menjual senjata juga berhasil merebut kembali dolar mereka yang sebelumnya digunakan untuk membeli minyak.”

Riyadh – Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, John Kerry Kamis (5/3) dini hari tiba di Riyadh, Arab Saudi untuk bertemu serta berunding dengan petinggi negara ini serta menghadiri sidang tingkat menlu negara-negara anggota Dewan Kerjasama Teluk Persia (P-GCC). Arab Saudi, Kuwait, Bahrain, Qatar, Uni Emirat Arab (UEA) serta Oman adalah enam negara yang tergabung dalam P-GCC.

John Kerry hari Kamis usai mengikuti sidang tingkat menlu negara anggota P-GCC dan pertemuannya dengan Raja Salman bin Abdulaziz, pemimpin Arab Saudi menandaskan, misinya ke Riyadh adalah melobi sekutu Arab Amerika terkait isu-isu regional termasuk hasil terbaru negosiasi nuklir dengan Republik Islam Iran.

Menlu Amerika sebelum berkunjung ke Arab Saudi telah bertemu dengan Negosiator dari Iran, Mohammad Javad Zarif di Swiss membicarakan mekanisme penggapaian kesepakatan nuklir komprehensif. Menlu Amerika mengatakan, dalam lawatannya ke Riyadh, ia membawa pesan jaminan kepada negara anggota P-GCC terkait kesepakatan nuklir antara Iran dan Kelompok 5+1. Ia menjelaskan, “Washington memutuskan untuk memperkuat kemampuan defensif negara anggota P-GCC.”

Meski menlu AS mengaku misi lawatannya ke kawasan adalah untuk membicarakan isu-isu regional termasuk menjelaskan hasil negosiasi nuklir dengan Iran, namun berbagai bukti menunjukkan bahwa Kerry berusaha membuka peluang transaksi dan kontrak penjualan senjata dengan negara-negara kaya minyak di kawasan dengan melanjutkan strategi Iranphobia.

Seperti yang ditulis Koran al-Hayat sebelum lawatan Kerry ke Arab Saudi mengutip sumber Barat bahwa menlu AS dalam kunjungannya ke Riyadh menggulirkan prakarsa pembentukan “Payung Nuklir” kepada sekutunya di kawasan Teluk Persia. Menurut sumber ini, sejumlah strategi seperti dukungan nuklir Amerika terhadap Jepang, Korea Selatan, negara anggota Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO), di mana mereka akan terjamin keamanannya dari serangan nuklir.”

Strategi “Payung Nuklir” Amerika di Timur Tengah terbongkar ketika Komandan militer AS di Asia-Pasifik (USARPAC), Vincent Brooks beberapa hari lalu menyatakan, berencana membangun sistem anti rudal THAAD yang bernilai miliaran dolar di Timur Tengah.

Ini bukan pertama kalinya Amerika dan Barat dengan dalih ancaman bagi kepentingan mereka dan sekutunya berambisi meneken kontrak penjualan senjata dalam jumlah besar dengan negara-negara Timur Tengah.

Sementara itu, pengamat meyakini bahwa penjualan senjata kepada negara-negara Arab di kawasan merupakan strategi untuk menyelamatkan ekonomi negara Barat yang tengah dililit krisis, karena negara Arab kawasan selatan Teluk Persia dengan kekayaan minyaknya yang melimpah merupakan pembeli terbesar senjata.

Poin ini juga harus diperhatikan bahwa negara-negara Barat dengan menciptakan iklim yang keruh dan tak aman, khususnya dengan menyebarkan Iranphobia di kawasan Teluk Persia, selain mampu menjual senjata juga berhasil merebut kembali dolar mereka yang sebelumnya digunakan untuk membeli minyak.

Kontrak raksasa penjualan senjata kepada negara-negara Arab di kawasan terjadi di saat negara tersebut bukan saja menjadi tuan rumah pangkalan militer Amerika, namun hingga kini mereka juga belum pernah mendapat ancaman dari negara mana pun. Hal ini juga yang membuat pengamat politik dan militer dunia heran dan tak habis pikir.[Deleteisrael]

Sumber: http://indonesian.irib.ir/editorial/fokus/item/92771

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s