Resiko Sebuah Pilihan

gasoline-sancions-iran.jpg“Menurut the Richest tahun 2014, Rial Iran adalah mata uang “sampah no 1″ dibanding dollar. Padahal kita yang jauh lebih miskin dari Iran ini saja sampah no 4 terhadap dollar. Tapi mereka negara yang paling berhasil menurunkan tingkat inflasi dan pengangguran”

Analisa – Bagi sebagian negara, melemahnya mata uang mereka terhadap dollar adalah sebuah keuntungan.

Contohnya, Iran. Rial Iran disebut sebagai mata uang paling tidak berharga terhadap dollar.
Berbeda dengan pandangan awam bahwa mata uang yang lemah terhadap dollar adalah negara yang ekonominya hancur, Iran malah dipuji IMF sebagai negara yang berhasil menurunkan inflasi dan pengangguran di thn 2014. Bahkan Bank Central Iran atau CBI mengumumkan pertumbuhan ekonomi negara itu positif selama 2 tahun terakhir.

Iran memang sempat terhentak ketika mereka di embargo AS tahun 1979. Selama bertahun-tahun dibawah rezim Syah Reza Pahlevi, boneka AS, Iran ketergantungan dengan impor dan hutang luar negeri dalam bentuk dollar. Jadi ketika mereka di embargo AS, bisa dibayangkan hancurnya mereka.

Nilai uang mereka jatuh dengan deras dan harga-harga membumbung tinggi karena hampir semuanya impor pake dollar.

Memang ada beberapa orang Iran yang cengeng dan manja yang teriak-teriak bahwa Iran sedang jatuh. Mereka itu yang sudah biasa nyaman dengan pola hidup konsumtif barat yang puluhan tahun disuapi sampai lumpuh tak mampu berdiri. Tapi secara keseluruhan, rakyat Iran menerimanya dengan perjuangan bahwa ini memang resikonya lepas dari hegemoni barat.

Rahbar, pemimpin spiritual Iran pun mencanangkan konsep Ekonomi Muqawama yang berarti teladan dalam pola konsumsi, meningkatkan daya kerja, dan memperkokoh produk nasional serta melindungi investasi dalam negeri.

Biasanya mereka impor baut karena murah, akhirnya mereka produksi sendiri. Biasanya impor garam karena harganya lebih murah akhirnya mereka kuatkan produksi sendiri.
Kalau tidak mampu produksi, mereka impor dari negara lain selain barat sambil perlahan-lahan membangun produksinya sendiri.

Ikat pinggang dikencangkan sekencang-kencangnya. Perilaku konsumtif jadi produktif.

Sakit ? Sudah pasti. Tapi mereka percaya bahwa apa yang mereka lakukan benar. Hasilnya tahun 2008, Iran berhasil meng-ekspor besar2an gandum dan produk non migas lainnya. Mereka menjadi jauh lebih pintar dibanding saat mereka tergantung dengan impor.

Apakah kemudian mata uang mereka menguat terhadap dollar ?

Sama sekali tidak!

Bahkan menurut the Richest tahun 2014, Rial Iran adalah mata uang “sampah no 1” dibanding dollar. Padahal kita yang jauh lebih miskin dari Iran ini saja sampah no 4 terhadap dollar. Tapi mereka negara yang paling berhasil menurunkan tingkat inflasi dan pengangguran.

Kenapa begitu ?

Karena harga barang ekspor mereka di dunia menjadi sangat bersaing, sehingga diminati. Dengan kuatnya ekspor mereka, maka swasta hidup dan bergerak. Ketika swasta bergerak maka semua orang punya pekerjaan. Sederhananya seperti itu.

Itulah yang dinamakan Equilibrium, titik keseimbangan baru. Kesulitan malah membuat mereka mandiri dan menemukan peluang baru.

Jadi ketika kita saat ini goyang secara ekonomi karena dollar yang sedang gagah perkasa, cengeng dengan mencari kambing hitam, sama sekali tidak membuahkan jalan keluar. Kita memang “dipaksa” untuk berproses. Ditendang keluar dari buaian hutang dan impor. Digetok kepalanya, dijewer telinganya supaya kerja, kerja dan kerja.

Sore-sore saat hujan begini derasnya, sambil minum secangkir kopi, saya jadi teringat nasihat seorang teman yang kala itu hidupnya sangat sulit tapi ia begitu gigih dan tenang.

Katanya, “jangan pernah mengeluhkan berapa pengeluaranmu karena itu pasti bertambah, suka atau tidak. Tapi fikirkan, bagaimana menambah pendapatanmu…”

Kadang kesuksesan bukan karena banyaknya pilihan, tapi karena memang tidak punya pilihan.[Deleteisrael]

Sumber: Deni Siregaron Facebook

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s