Teroris Syiria Hantam Negara Pendukungnya

negara-pendukung-isis.jpg“DAN FAKTA YANG TERJADI NEGARA-NEGARA PENDUKUNG TERORIS WAHABI DI SYIRIA HARI INI TELAH MEMETIK HASILNYA. JORDANIA SALAH SATU NEGARA YG DIJADIKAN TEMPAT PELATIHAN TERORIS WAHABI SYIRIA DAN TEMPAT PERSINGGAHAN WAHABI ISIS DARI BERBAGAI NEGARA KINI BERKABUNG KARENA PILOTNYA DIBAKAR OLEH TERORIS HASIL DIDIKANNYA SENDIRI”

Analisa – Meski Dalam keadaan babak belur karena dihantam badai terorisme yang didukung oleh Amerika, Uni Eropa, dan negara-negara Arab, Suriah kini sedikit bisa bernafas dengan lega. Selama empat tahun lebih, negeri itu pecah oleh perang melawan teroris dukungan asing . Sekitar 100 ribu orang tewas akibat konflik bersenjata antara teroris dan rezim Bashar al-Assad dan Jutaan orang mengungsi.

Dari Washington DC, Presiden AS Barack Obama menyerukan AS siap menyerang Suriah namun langkah itu gagal karena Rusia dan China sebagai sekutu dekat Suriah memveto rencana Amerika itu . Obama menunggu keputusan Kongres AS untuk satu perang baru di Timur Tengah. Jazirah kaya minyak itu pun kian membara.

Mewarisi kekuasaan Partai Baath dari mendiang ayahnya, Assad sejak Maret 2011 menjadi target Amerika dan sekutu arabnya karena sikapnya yang tidak mau tunduk pada hegemoni barat dan sikapnya yang selalu mendukung perlawanan Palestina atas Israel. Assad bergeming. Dia balas dukungan Amerika kepada teroris dengan pengerahan kekuatan militer penuh.

Tapi mayoritas rakyat Syria masih setia dan mendukung Assad, meski setiap hari bunyi senapan dan meriam menyalak di kejauhan, warga masih berkegiatan seperti biasa. Banyak tempat usaha masih buka, walau pos pemeriksaan militer ada di mana-mana. Para remaja masih berkeliaran di sudut-sudut kota, dan tempat belanja.

Rakyat Membela Assad

Bagi mayoritas warga, perang di Suriah memang patut disesali. Tapi bila mendapat serangan asing seperti Amerika Serikat dan teroris yang datang dari berbagai negara, apapun alasannya, tindakan itu mesti ditentang dan dilawan.

Dzima, seorang warga Damaskus, memilih tetap tinggal walau apapun yang akan terjadi. Dia mengaku telah mendengar rencana AS menyerbu Suriah. Sambil menikmati sepiring kebab ayam di sebuah restoran di Salhiyeh, dia menegaskan Damaskus tak akan runtuh. “Damaskus adalah benteng, duri bagi kaki tangan Amerika,” ujar perempuan pelukis itu.

Menurut Obama pada saat itu, serangan militer ini sebagai hukuman atas serangan senjata kimia yang dilancarkan pemerintah Bashar al-Assad kepada rakyatnya sendiri di sebelah timur Damaskus pada 21 Agustus lalu, yang menewaskan lebih dari 1.400 orang. AS pun langsung menuduh bahwa pelakunya adalah suruhan Assad.

Namun, seperti kebanyakan warga di Damaskus yang merupakan pusat pemerintahan Suriah, Dzima yakin AS hanya mencari-cari alasan menginvasi Suriah sekaligus menyingkirkan rezim Assad dari kekuasaan.

Kendati sebagai pelukis, Dzima mengaku juga bisa mencium aroma konspirasi dari rencana Obama. AS,Turki dan Negara-negara Arab seperti Qatar, Saudi, Jordania dan Bahrain. Menurut Dzima, sengaja ingin menyerang Suriah agar bisa menghantam “poros perlawanan” atas Israel. Poros itu selama ini digalang Damaskus bersama dua sekutunya, Iran dan kelompok Hisbullah di Lebanon.

Dia mengaku siap membela negara bila diserang Amerika. Serangan itu dia anggap upaya agresi atas negara berdaulat seperti Suriah. Dzima menyatakan tidak gentar menghadapinya. “Bila ada serangan, saya akan sukarela bertempur bersama tentara, untuk membantu atau apapun,” ujarnya.

Seorang warga lain Damaskus, Umm Hassan, mengaku sudah bersiap bila Amerika menyerang. Kerusakan akibat serangan itu pasti ada. Tapi, sebagai warga Suriah, dia wajib membela negara.

“Tentu saja kami takut akan ada korban jiwa dan banyak bangunan hancur, Namun kami akan tetap tinggal dan akan melawan. Itulah cara bagaimana kami akan mengatasinya,” ujar Hassan, seperti dikutip Al Arabiya.

Ada pula warga terilhami pahlawan nasional Suriah, Yussef al-Azmeh. Dia dikenal berjuang melawan pasukan kolonial Prancis hingga Suriah merdeka. Sebagai penghargaan, pemerintah mendirikan patung al-Azmeh di Damaskus.

“Yussef al-Azmeh hanya punya beberapa pucuk senjata dan dia tak pernah menyerah kepada Prancis. Kami akan berbuat yang sama,” kata Abu Firas, warga lain di Damaskus.

Suasana seperti ini membuat sebagian warga juga teringat akan Perang Arab-Israel 1973. Sebagai negara Arab, Suriah pun terlibat dalam perang itu.

Seorang pria bernama Mazen mengenang 40 tahun silam saat dia masih berusia 14 tahun. Dulu dia kerap naik ke atap rumah orangtuanya melihat jet-jet tempur Israel melintas untuk mengebom posisi pasukan Suriah.

“Keyakinan kami akan menang justru lebih kuat dari kekuatan militer,” kata Mazen. “Bahkan bila ada pertumpahan darah, Damaskus akan bertahan. Walau mereka datang dengan tank, mereka harus langkahi dulu mayat kami,” kata pria yang berprofesi sebagai insinyur itu, sambil melirik judul berita-berita utama sebuah koran di suatu kios di Damaskus.

Tentu saja kita tidak bisa menafikan peran Iran dalam mendukung pemerintah berdaulat di Syiria, Analisa Iran selalu tepat. Dulu ketika semua negara mengecam dan menyerang Syiria dengan fitnah yang keji kepada Basar Assad, Serta propaganda dan teror, saat itu Iran tampil sendirian sebagai pembela Syiria! Belakangan terbukti bahwa fitnah dan teror (senjata kimia) itu ternyata perbuatan teroris Syiria sendiri dan negara pendukungnya seperti Amerika, Saudi, Turki, dan Qatar.

Kekejaman ISIS yg muncul ke permukaan seolah menampar negara-negara pendukungnya, hingga mereka terpaksa membuat sandiwara baru untuk menyerang ISIS. Kali ini Amerika bermanis muka kepada Iran untuk turut bergabung bersama dalam proyek Amerika (israel) dalam memerangi ISIS pemberontak paling bengis sejagad itu.

Tapi Iran dengan tegas menolak ajakan Amerika. Dan analisa Iran lagi-lagi terbukti. Amerika sama sekali tidak berniat memberangus robot-robot tanpa perasaan yg bernama ISIS dan Jabhah Nusra bahkan sebaliknya dengan alasan salah kirim senjata, sampai penyerangan kepada pasukan Irak diperbatasan Syiria hal ini semakin memperkuat posisi ISIS dan memperjelas posisi Amerika sebagai negara yg turut membidani lahirnya ISIS.

Terkait dengan terorisme Iran selalu memperingatkan, “DULU SEWAKTU TERORIS (WAHABI ISIS dan JABHAH NUSRA) MENGACAU DI SURIAH IRAN TELAH MEMPERINGATKAN DUNIA BAHWA KRISIS SURIAH AKAN MELEBAR DAN MENGHANTAM PARA PENDUKUNG TERORIS ITU SENDIRI SEPERTI QATAR,JORDANIA, MESIR,PERANCIS, JEPANG DAN ARAB SAUDI YG BERKONTRIBUSI BESAR ATAS KERUSAKAN YG TERJADI DI SURIAH. TAPI SEKARANG KUMPULAN ARAB BAHLUL YANG MENAMAKAN DIRI DENGAN LIGA ARAB MEMPROKLAMIRKAN PERANG MELAWAN ISIS YG DULU DIDUKUNGNYA.

.
DAN FAKTA YANG TERJADI NEGARA-NEGARA PENDUKUNG TERORIS WAHABI DI SYIRIA HARI INI TELAH MEMETIK HASILNYA. JORDANIA SALAH SATU NEGARA YG DIJADIKAN TEMPAT PELATIHAN TERORIS WAHABI SYIRIA DAN TEMPAT PERSINGGAHAN WAHABI ISIS DARI BERBAGAI NEGARA KINI BERKABUNG KARENA PILOTNYA DIBAKAR OLEH TERORIS HASIL DIDIKANNYA SENDIRI”.

[Deleteisrael]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s