Qasim Sulaimani ‘The Shadow of Commander’ Jendral Bayangan

.jpg“Setiap pemuda Iran merindukan perang dengan Amerika. Yel-yel mereka, “Kami adalah Qasim Sulaimani, kami adalah Qasim Sulaimani. Datanglah wahai Amerika! Kami telah siap berperang, kami telah siap berperang”

Profil – Siapakah Jendral Qosim Sulaimani yang begitu dicintai rakyat Irak, Iran, Libanon dan Suriah tapi pada saat yang sama sosok ini begitu menakutkan dan dibenci oleh Amerika, Israel dan para Takfiri yg selama ini mengacau kedamaian di Timur tengah?

Oleh: Abu Syirin Al-Hasan

Amerika marah besar. Kenapa tidak? Semua rencana politik di Irak, Suria, Mesir dan Libanon gatot alias gagal total. Pergerakan dan kebijakan politik di timur tengah selalu menemui jalan buntu.

Penguasaan minyak persediaan puluhan tahun yang akan datang dari negara kaya minyak seperti Irak tinggal isapan jempol belaka. Hanya mengandalkan Saudi Arabia saja tidak cukup, untuk itu sebuah keharusan mencari Saudi Arabia-Saudi Arabia baru untuk memasok persediaan minyak ke gudang penyimpanan gedung putih.

Sang Polisi dunia itu kini hanya bengong dan tidak bisa berbuat apa-apa. semua perencanaan politik timur tengah hanya digagalkan oleh seorang jendral dari negeri Persia yang dikenal dengan nama Hajj Qasim Sulaimani. Pergerakannya yang seperti bayangan membuat musuh tidak mampu mendeteksi dengan cepat dan tepat. Secanggih apapun peralatan Amerika dan Zionis ketika ingin menemukan Sang Bayangan selalu menemui jalan buntu.

Begitu rapih dan sempurnanya perencanaan dan strategi yang beliau pimpin, sehingga Hajj Qasim dijuluki dengan “Jendral Bayangan” atau “The Shadow Commander”.

Siapakah Si Bayangan Qasim Sulaimani?

Qasim lahir di Bulan Esfand tahun 1336 tahun Iran di sebuah kampung bernama Rabur yang berada di kota Kerman Tenggara Iran. Kehidupan kecilnya di kota Rabur berlangsung hingga beliau menyelesaikan sekolah dasar. Setelah itu ia meninggalkan kampung halamannya di umur 12 tahun dan pergi ke kota Kerman.

Di kota Kerman, Qasim kecil membanting tulang sebagai kuli bangunan. Seperti yang kita ketahui, ketika itu zaman di mana kerajaan Reza Syah masih berkuasa. Kehidupan Iran ketika itu sangat sulit dan masyarakat di bawah tekanan yang nyata.

Setelah Revolusi Islam Iran, Qasim aktif di Departemen Perairan kota Kerman. Ketika perang antara Irak-Iran berkecamuk, beliau ditunjuk sebagai pemimpin sebuah tim berinisial ‘Tentara 41 Tsarullah’. Setelah perang delapan tahun perang Irak-Iran selesai, Qasim dan tim Lasykar 41 Tsarullah kembali ke kota Kerman.

Bukan rahasia lagi bahwa selama beliau memimpin tim, daerah-daerah seperti Sistan, Kerman dan daerah sekitar lainnya, aman dari segala bentuk kejahatan.

Setelah perang Irak-Iran, Qasim Sulaimani ditunjuk oleh Pemimpin Tertinggi Militer Sayyid Ali Khamenei untuk memerangi pemasokan obat-obat terlarang di perbatasan Afghanistan dan perbatasan Iran lainnya. Setelah beberapa tahun memerangi pemasokan narkoba di perbatasan, beliau dipanggil ke Tehran untuk dilantik menjadi Komandan Angkatan Militer Quds Iran.

Ketika Qasim Menjadi Komandan Militer Quds, Amerika dan sekutunya merasakan ancaman yang nyata. Karena ketika itu Qasim Sulaimani adalah salah satu orang yang menurunkan Presiden Khatami dari tampuk kepresidenan.

Kegiatan Politik Si Bayangan
Sang Jendaral Bayangan pertama kali memasuki Irak pada tahun 2005. Ketika itu perpolitikan Irak sangatlah buruk, karena ketika itu rezim Saddam Husein baru saja dihancurkan dan semua kalangan sangat bernafsu untuk duduk di singgasana pemerintahan Irak untuk menikmati ‘Emas Hitam’ Irak yang berlimpah ruah.

Amerika yang memiliki nafsu besar untuk menjadikan Irak sebagai The New Saudi, membela dan mendukung mati-matian calon perdana menteri Irak, Eyad Alawi yang pro barat. Petinggi Washington ketika itu sudah berpesta di Pentagon merayakan kemenangan mereka. Segala kekayaan Irak akan jatuh ke tangan mereka.

Namun rencana tidak semua mulus, Qasim Sulaimani sendirian datang ke Irak mengubah semua rencana politik Amerika di Irak. Qasim datang untuk melindungi kaum Syiah Irak dari kezaliman dan pembantaian. Sedemikian rupa beliau bekerja untuk Irak sehingga seluruh rakyat Irak ikut partisipasi dalam mensukseskan pemilu di Irak. Tidak hanya itu, Eyad alawi yang sebelumnya diplot sebagai boneka Amerika di Irak tidak terpilih sebagai perdana Menteri.

Pada tahun 2008, terjadi perang yang berkecamuk antara kelompok Syiah dan tentara Amerika di Irak. Namun, tiba-tiba perang itu berhenti karena sepucuk surat dari Qasim Sulaimani kepada Jendral Amerika David Petrous.

Isi Surat Qasim Sulaimani kepada Jendral Amerika David Howell Petraeus:

“Jendral Petraeus! Kamu harus mengetahui siapa saya. Saya adalah Qasim Sulaimani, seseorang yang mengatur dan menjalankan politik di Iran, Irak, Libanon, Gaza dan Afghanistan. Jangan pernah berfikir mengetahui siapa saya! Dan ketahuilah segala kebijakan politik yang Amerika lakukan di negara-negara kekuasaan saya, selama saya hidup rencana kalian tidak akan pernah berhasil.”

Setelah pengiriman surat tersebut, gemparlah Pentagon. Kini mereka tahu siapa dalang di balik kegagalan mereka selama ini yang tidak lain adalah Qasim Sulaimani. Setelah kejadian itu Qasim Sulaimani dikenal dengan sebutan ‘The Nemesis’(Si Musuh Bebuyutan).

Gardian menulis:

Jendral Petraeus selalu mengeluhkan kegagalan mereka di Libanon dan Gaza karena ulah Nemesis kepada pusat. Namun, apa daya, gerak-gerik Si Bayangan tak terbaca dan selalu sulit dilacak dan ditebak.

Adil Abdulmahdi wakil presiden Irak ketika itu berkata:

Amerika ketika kebijakan politik mereka di Irak menemui jalan buntu. Mereka senang dalam satu sisi, karena tugas mereka di Irak sudah selesai. Namun marah dan dongkol karena tidak bisa meringkus Qasim Sulaimani dan menangkapnya.

Jack Kane Komandan Angkatan Darat Amerika ketika rapat besar di Pentagon mengatakan:

“Yang terhormat para senat Amerika, seperti yang telah diketahui kegagalan kita di Timur Tengah karena seorang Jendral Perang Iran yang ikut campur dalam masalah politik kita, The Shadow Commander Nemesis Qasim Sulaimani. Menurut pendapat saya, kenapa kita tidak membunuhnya atau sedikitnya kita teror dia. Saya tidak menasehatkan perang dengan Iran, namun sedikitnya kenapa kita tidak bunuh dan teror saja orang satu ini?”


Surat Qasim Sulaimani di Pentagon

Pentagon adalah gedung Departemen Pertahanan AS di Arlington, Virginia dekat Washington D.C. yang berbentuk segi lima. Pentagon adalah kantor utama angkatan bersenjata Amerika Serikat.

Pentagon oleh banyak pihak dilihat sebagai salah satu gedung yang dirancang secara efisien. Sistem gang di dalam gedung ini panjangnya ada 28 kilometer dan luasnya ada 11 hektare. Namun setiap tempat di dalam gedung ini bisa dicapai dalam waktu tujuh menit dengan jalan kaki. Keamanan Pentagon tidak diragukan lagi adalah keamanan terbaik di dunia. Untuk saat ini negara manapun di dunia, baik itu musuh Amerika atau bukan, tidak pernah terpikirkan untuk bermain-main dengan Pentagon.

Menteri Pertahanan AS Leon Edward Panetta, setelah melakukan rapat politik seperti biasanya dia kembali ke ruangannya. Ketika duduk di kursinya, tatapannya jatuh kepada sepucuk surat yang ada di atas meja kerjanya.

Panetta dengan gemetar dan keringat dingin melihat sampul surat yang berlogo Republik Islam Iran. Surat itu diambilnya, dibuka dan dibacanya:

“Kepada Menteri pertahanan Panetta, tidakkah anda berfikir bahwa saya sedekat ini dengan anda? Tentunya saya selama ini selalu bersama anda dan anak buah anda. Jangan pernah berfikir menyerang Iran karena sedikit saja anda masuk perbatasan kami, maka tempat pertama yang saya akan hancurkan adalah ruangan Anda.”

Tertanda Pemimpin Angkatan Militer Quds Iran, Qasim Sulaimani.


Salah satu senat Amerika pernah berkata,

“Saya heran dengan Si Bayangan, dia selalu ada di mana-mana. Seakan-akan semua tempat adalah kepunyaannya.”

Majalah WIRED Amerika pernah menulis 14 orang yang sangat berbahaya di dunia. Dalam salah satu tulisannya mengatakan:

“Kita ketahui bahwa Mursi Presiden Mesir dan Bashar Assad Presiden Syiria adalah orang berbahaya dan merupakan ancaman dunia. Namun kita harus tahu orang paling berbahaya bagi dunia adalah seorang jendral Iran yang dikenal dengan ‘Nemesis Qasim Sulaimani’. Tidak ada ancaman melebihi dia, karena dia memiliki kekuasaan langsung dari pemimpin tertinggi Iran Ali Khamenei.”

Begitu juga dengan Majalah Politik Amerika dengan sampul foto Qasim Sulaimani menegaskan bahwa Jendral Qasim adalah orang paling berbahaya yang harus segera disingkirkan.

Bahkan CIA dan FBI memberikan sayembara, barang siapa bisa menangkap dan membunuh Qasim Sulaimani, akan mendapatkan hadiah yang berharga. Konon, menurut seorang sumber, harga kepala Qasim Sulaimani melebihi harga Pulau Bali.

Qasim Sulaimani dalam Pandangan Sayyid Ali Khamenei

Pemimpin Tertinggi Iran Sayyid Ali Khamenei empat kali berkata Qasim Sulaimani sebagai Syahid e Zende(Seorang yang masih bernafas bergelar Syahid). Artinya, baik beliau meninggal atau hidup tiada bedanya karena beliau seorang syahid yang hidup.

Rahbar berkata:

“Allah swt menginginkan Qasim Sulaimani untuk tetap hidup, sehingga dengan berkah wujudnya bisa berkhidmat untuk negara, agama dan mazhabnya.”

Setelah itu Rahbar menghadapkan dirinya kepada Qasim Sulaiman dan berkata:

“Engkau adalah Sulaimanku. Di dalam pandanganku engkau telah syahid, engkau telah sampai ke derajat syahid dan ketika engkau pergi ke medan perang, berkali-kali engkau telah Syahid.”

Di mata Sayyid Ali Khamenei, Qasim Sulaimani adalah anugerah terbesar yang dimiliki Islam. Bahkan ulama-ulama besar selalu mengatakan Qasim Sulaimani adalah Musthafa Chamran zaman ini.

Semua rakyat Iran mengeluk-elukan Qasim. Semua pemuda Iran bermimpi ingin menjadi Qasim. Bagi Pemuda Iran untuk mendapatkan sosok Rambo, Captain America, Agen FBI atau The Expendable-nya barat semua ada di dalam diri Qasim Sulaimani.

Setiap pemuda Iran merindukan perang dengan Amerika. Yel-yel mereka, “Kami adalah Qasim Sulaimani, kami adalah Qasim Sulaimani. Datanglah wahai Amerika! Kami telah siap berperang, kami telah siap berperang.”[Deleteisrael]

Sumber: Dari Deni Siregar melalui Facebook

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s